Hotline +6281125510010
Informasi lebih lanjut?
Home » Tradisi » Belajar Slow Living dari Warga Jepang, Swiss, dan Selandia Baru

Pernah ngerasa hidup kayak dikejar waktu terus? Bangun pagi udah disambut notifikasi, kerjaan numpuk, sore baru sadar belum sempat makan dengan tenang. Hidup cepat memang jadi “normal baru”, tapi ternyata nggak semua orang di dunia hidup seintens itu. Di Jepang, Swiss, dan Selandia Baru, banyak orang justru memilih jalan sebaliknya: hidup dengan ritme pelan tapi penuh makna—konsep yang dikenal dengan slow living.

 

Apa Sebenarnya Slow Living Itu?

Banyak orang salah paham dan mengira slow living berarti malas atau santai-santai aja. Padahal, intinya bukan tentang lambat, tapi tentang sadar. Gaya hidup ini ngajarin kita buat menikmati proses, nggak terburu-buru, dan tahu kapan harus berhenti.

Tren ini makin banyak dibahas karena kehidupan modern bikin kita gampang stres. Orang mulai nyari cara buat “menekan tombol pause” di tengah dunia yang sibuk. Dan yang menarik, Jepang, Swiss, sama Selandia Baru punya caranya sendiri dalam mempraktikkan gaya hidup ini.

 

Jepang: Hidup Tenang Lewat Ikigai dan Waktu Sendiri

Photo from ikehikojapan.com

Jepang punya filosofi hidup yang dalam banget: ikigai, alias “alasan buat bangun pagi”. Buat mereka, hidup bukan soal kerja keras tanpa henti, tapi soal nemuin makna dari hal kecil yang bikin bahagia. Bisa jadi sesederhana ngobrol sama tetangga, ngerawat tanaman, atau minum teh sambil menikmati hujan.

Selain ikigai, masyarakat Jepang juga punya kebiasaan shinrin-yoku atau forest bathing—jalan santai di hutan buat nenangin pikiran. Penelitian dari Nippon.com dan The Guardian nunjukin kalau aktivitas ini bisa nurunin stres dan ningkatin imunitas. Makanya, nggak heran kalau banyak orang Jepang kelihatan tenang meski hidup di kota padat kayak Tokyo. Mereka paham bahwa slow living bukan tentang kabur dari kesibukan, tapi menemukan harmoni di tengahnya.

 

Pengen ngerasain langsung ketenangan hidup ala Jepang? Yuk ikut open trip ke Jepang bareng Dream Holidays! Nikmati suasana damai khas negeri sakura, terus lanjut healing lewat open trip domestik ke destinasi favorit kayak Bromo, Batu, atau Banyuwangi. Saatnya ambil jeda dari rutinitas dan nikmatin hidup dengan ritme yang kamu pilih.  Langsung amankan seat kamu sebelum kehabisan!

 

 

Swiss: Seimbang Antara Produktivitas dan Alam

Photo from storyteller.travel

Kalau ngomongin negara yang identik dengan keseimbangan hidup, Swiss juaranya. Negara ini terkenal punya standar hidup tinggi, tapi masyarakatnya nggak terlena sama kerja terus-menerus. Banyak kantor di sana ngasih waktu luang buat karyawan supaya bisa olahraga, main ski, atau sekadar ngopi sore bareng keluarga.

Kebiasaan dekat dengan alam juga jadi bagian penting dari gaya hidup orang Swiss. Mereka suka hiking, bersepeda di pegunungan, atau jalan-jalan di sekitar danau. Menurut laporan BBC Travel, kebahagiaan orang Swiss datang dari gaya hidup yang mindful, tahu kapan harus produktif dan kapan harus berhenti. Buat mereka, keseimbangan itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan.

 

Selandia Baru: “Kiwi Lifestyle” yang Santai tapi Penuh Arti

Photo from expedia.co.id

Di Selandia Baru, konsep slow living hidup lewat yang disebut Kiwi lifestyle—gaya hidup yang dekat sama alam, santai, tapi tetap menghargai waktu. Orang-orang di sana nggak terlalu sibuk ngejar karier sampai lupa menikmati hidup. Mereka lebih suka ngumpul bareng teman, hiking, surfing, atau sekadar duduk di taman bareng keluarga.

Selandia Baru juga punya budaya kerja yang menghargai work-life balance. Menurut situs resmi New Zealand Tourism, masyarakatnya punya tingkat stres rendah karena mereka tahu cara nikmatin waktu. Mereka percaya, hidup itu nggak harus sempurna, asal bisa dijalani dengan tenang dan sesuai ritme diri sendiri.

 

Pelajaran Buat Kita di Indonesia

Nggak perlu pindah ke Jepang, Swiss atau Selandia Baru buat ngerasain hidup tenang. Ada banyak hal kecil yang bisa kita tiru. Misalnya, mulai hari tanpa buka HP, makan tanpa scrolling, atau meluangkan waktu 10 menit buat duduk diam dan bernapas.

Kita juga bisa coba konsep ikigai versi sendiri—nemuin apa yang bikin hidup terasa bermakna. Entah itu nulis jurnal, melukis, main musik, atau sekadar ngobrol bareng orang tersayang. Intinya, slow living ngajarin kita buat hidup lebih sadar, bukan lebih pelan.

Kalau Jepang bisa tenang di tengah kota besar, Swiss bisa produktif tanpa stres, dan Selandia Baru bisa santai tanpa kehilangan arah, berarti kita juga bisa. Yang dibutuhkan cuma niat buat melambat sedikit, dan keberanian buat menikmati hidup apa adanya.

 

Waktunya Melambat, Bukan Berhenti

Hidup cepat mungkin bikin kita merasa produktif, tapi belum tentu bikin bahagia. Dari Jepang kita belajar pentingnya menemukan makna, dari Swiss kita belajar menjaga keseimbangan, dan dari Selandia Baru kita belajar menikmati waktu tanpa rasa bersalah.

Akhirnya, slow living bukan tentang ngelawan dunia modern, tapi tentang berdamai sama diri sendiri di tengah kesibukan. Kadang, hidup yang paling indah justru terasa saat kita berani pelan-pelan.

 

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Dahulukan Umrah atau haji?

Dahulukan Umrah Atau Haji?

26 Agustus 2022 565x Haji, Religi, Tips Haji & Umrah, Umrah

Sumber: Photo by Afif Kusuma on Unsplash Disaat Mendaftar haji harus antri yang mencapai puluhan tahun, apakah boleh mendahulukan umrah?Manakah yang harus kita dahulukan? Dahulukan umrah atau haji? Sebagai Umat islam yang ada di Indonesia, untuk menunaikan ibadah ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dikarenakan ibadah Umrah dan haji ini dilakukan di ... selengkapnya

Paket Wisata Luar Negeri Ideal Bagi Pemula

4 Januari 2025 598x Travel

Bagi banyak orang, perjalanan ke luar negeri adalah impian yang menjadi kenyataan. Namun, bagi wisatawan yang pertama kali, merencanakan perjalanan internasional bisa menjadi tantangan. Dengan berbagai pilihan destinasi, paket, dan informasi yang berlimpah, penting untuk menemukan paket wisata luar negeri yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran kamu. Di ta... selengkapnya

dubai

Tips dan Trik Liburan Hemat di Dubai

17 Oktober 2022 613x Adventure, Travel

Dubai hadir dengan berbagai macam pilihan atraksi wisata. Tentunya wisatawan pun pasti ingin mencoba satu persatu atraksi wisata tersebut. Meskipun banyak atraksi wisata, anda tak perlu khawatir untuk liburan ke Dubai. Dubai memberikan penawaran untuk menikmati beragam atraksi wisata dengan biaya yang lebih hemat. Department of Tourism and Commerce Marketing... selengkapnya

PT. Legacy Tourism Indonesia

Dreamholidays.co.id merupakan salah satu brand dari biro perjalanan wisata yaitu PT. Legacy Tourism Indonesia

Nomor Induk Berusaha : 2802250035061

 


Member Of ASITA

Association Of The Indonesian
Tours & travel Agencies
NIA : 0511/XII/DPP/2025

Our Office

Dreamholidays.co.id
Jl. Wukir, Torongrejo, Ratawu, Kota Batu, Jawa Timur
E-mail : dreamholidays.co.id@gmail.com

Live Chat
Online Senin-Minggu (08:00 – 22:00) WIB

Hubungi Kami :

Hot Line :

Admin : +62-811-2551-0010

email : dreamholidays.co.id@gmail.com

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.