Musim semi selalu jadi momen spesial di Korea Selatan. Bukan cuma karena cherry blossom yang bermekaran, tapi juga karena perubahan besar di meja makan masyarakatnya. Setelah melewati musim dingin yang panjang, orang Korea menyambut musim semi dengan bahan makanan segar, menu yang lebih ringan, dan tradisi kuliner yang sudah berlangsung turun-temurun. Buat kamu yang merencanakan liburan, mengenal kuliner Korea saat musim semi bisa jadi referensi seru sebelum berangkat.
Musim semi dan budaya makan orang Korea
Dalam budaya Korea, makanan sangat berkaitan dengan musim. Musim semi dianggap sebagai simbol awal baru, pemulihan tubuh, dan keseimbangan dengan alam. Karena itu, pola makan pun ikut berubah. Jika musim dingin identik dengan makanan berkuah kental dan fermentasi, maka musim semi hadir dengan sayuran muda, herbal liar, dan cita rasa yang lebih segar. Konsep ini banyak dibahas dalam kajian budaya kuliner Korea dan juga dipromosikan oleh Korea Tourism Organization sebagai bagian dari pengalaman wisata musiman.
Bahan musiman yang jadi bintang utama

Photo from www.10000recipe.com
Salah satu ciri khas kuliner musim semi di Korea adalah penggunaan namul, yaitu sayuran liar atau daun muda yang dipanen di awal tahun. Beberapa yang populer antara lain naengi (shepherd’s purse), ssuk (mugwort), dan dallrae (wild chive). Bahan-bahan ini dipercaya membantu membersihkan tubuh setelah musim dingin dan kaya nutrisi. Dalam konteks kuliner Korea saat musim semi, namul bukan sekadar lauk, tapi juga bagian dari filosofi hidup sehat yang selaras dengan alam.
Selain sayuran, seafood juga punya peran penting. Gurita kecil atau jukkumi, misalnya, dianggap paling lezat saat musim semi karena teksturnya lebih empuk dan rasanya manis alami.
Makanan khas yang identik dengan musim semi

Photo from istockphoto.com
Ada beberapa menu yang hampir selalu muncul saat musim semi tiba. Salah satunya Naengi Doenjang Guk, sup pasta kedelai dengan naengi yang aromanya khas dan rasanya ringan. Menu ini sering disantap sebagai comfort food rumahan.
Lalu ada Bom Namul, yaitu aneka sayuran musim semi yang direbus ringan dan dibumbui sederhana. Di banyak rumah, menu ini disajikan sebagai banchan atau lauk pendamping nasi. Untuk pecinta seafood, jukkumi bokkeum atau jukkumi panggang jadi favorit, terutama di daerah pesisir dan pasar tradisional.
Tak ketinggalan Hwajeon, panekuk nasi tradisional yang dihias bunga musim semi seperti azalea. Makanan ini sering dikaitkan dengan perayaan musim semi dan mencerminkan sisi estetika dalam budaya kuliner Korea. Semua menu ini memperkaya pengalaman kuliner Korea saat musim semi, baik bagi warga lokal maupun wisatawan.
Menikmati kuliner Korea saat musim semi paling seru kalau langsung dirasakan di tempat asalnya. Lewat open trip Korea, kamu bisa jelajahi destinasi ikonik sekaligus mencicipi makanan musiman khas. Kalau belum ingin ke luar negeri, open trip ke Lombok juga siap kasih pengalaman kuliner lokal dan alam yang sama memorable-nya. Yuk, pilih trip favoritmu dan amankan seat dari sekarang sebelum kehabisan.
Tradisi makan dan kebiasaan sosial

Photo from hallyucafe.wordpress.com
Musim semi juga identik dengan kebiasaan makan bersama keluarga. Banyak orang Korea memanfaatkan cuaca yang mulai hangat untuk piknik atau makan di luar rumah. Pasar tradisional ramai oleh bahan segar, dan restoran musiman mulai menawarkan menu limited yang hanya ada di periode tertentu.
Menurut Visit Korea, wisatawan yang datang di musim semi sering tertarik mencoba makanan musiman karena rasanya berbeda dibanding musim lain. Ini membuat pengalaman wisata terasa lebih autentik dan tidak sekadar ikut tren.
Adaptasi di dunia kuliner modern
Meski berakar pada tradisi, kuliner musim semi di Korea juga berkembang mengikuti gaya hidup modern. Banyak restoran fine dining hingga kafe kekinian mengadaptasi bahan musiman ke dalam menu mereka. Salad dengan namul, rice bowl modern, hingga street food dengan sentuhan musiman bisa dengan mudah ditemukan di Seoul dan kota besar lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner Korea saat musim semi tidak hanya hidup di dapur tradisional, tapi juga relevan dengan selera generasi muda dan wisatawan internasional.
Alasan kuliner jadi referensi penting saat liburan
Bagi wisatawan, memahami makanan khas Korea musim semi membantu menyusun itinerary yang lebih meaningful. Kamu bisa tahu kapan waktu terbaik mencicipi menu tertentu, memilih restoran yang tepat, atau bahkan datang ke festival kuliner lokal. Selain itu, makanan sering jadi pintu masuk paling mudah untuk memahami budaya setempat.
Menikmati kuliner Korea saat musim semi juga memberi perspektif baru tentang bagaimana orang Korea menghargai musim, alam, dan kesehatan melalui makanan sehari-hari.
Pengalaman yang lebih dari sekadar rasa
Pada akhirnya, kuliner musim semi di Korea bukan hanya soal apa yang dimakan, tapi juga tentang cerita di baliknya. Dari sayuran liar yang dipetik saat salju mencair, hingga hidangan sederhana yang dinikmati bersama keluarga, semuanya mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Jika kamu berencana liburan ke Korea di musim semi, menjadikan kuliner sebagai bagian dari perjalanan akan membuat pengalamanmu jauh lebih berkesan.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Safety Guide Traveling: Tips Aman Solo Trip Anti Ribet
Solo traveling itu seru banget. Kamu bisa bebas menentukan itinerary sendiri, eksplor tempat baru tanpa kompromi, dan ketemu orang-orang dari berbagai belahan dunia. Tapi di balik kebebasannya, ada risiko yang nggak bisa diabaikan—mulai dari penipuan kecil sampai hal-hal serius yang bisa bikin perjalanan berantakan. Makanya, punya safety guide traveling it... selengkapnya
Berbagai Manfaat Asuransi yang Wajib Dimiliki Saat Umroh
Umroh sebagai salah satu rukun Islam adalah perjalanan spiritual yang diidamkan oleh banyak umat Muslim. Namun, dalam merencanakan ibadah umroh, ada satu hal penting yang seringkali diabaikan oleh jamaah umroh, yaitu memiliki asuransi perjalanan dan asuransi kesehatan. Banyak manfaat asuransi yang akan didapatkan jamaah. Asuransi perjalanan tidak hanya membe... selengkapnya
Lezatnya 5 Makanan Khas Hainan yang Autentik
Hainan, pulau tropis di selatan Tiongkok, tidak hanya terkenal karena pantainya yang indah dan iklim hangat, tetapi juga karena kulinernya yang unik. Makanan khas Hainan dikenal dengan cita rasa ringan, sehat, dan teknik memasak yang menonjolkan bahan-bahan segar. Buat kamu yang ingin menjelajahi sisi kuliner pulau ini, berikut adalah lima makanan ikonik yan... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
+6281125510010 -
Whatsapp
6281125510010 -
Email
dreamholidays.co.id@gmail.com


Belum ada komentar