Beranda » Religi » Haji » Berburu Kurma di Madinah 

Berburu Kurma di Madinah
Sumber: Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Pergi ke tanah suci ketika beribadah haji atau umrah. Berburu kurma di Madinah adalah hal wajib yang harus dilakukan. Kurma adalah salah satu buah tangan yang menjadi pilihan untuk dibawa pulang ke tanah air. Salah satu kurma dari Madinah yang sering dicari oleh jamaah haji adalah Kurma Madinah.  Kurma ini merupakan kurma yang lebih besar, manis dengan daging buah kering dan kenyal. 

Kota Madinah al Munawarah

Kota Madinah al Munawarah memang dikenal sebagai produsen kurma nomor satu di Arab Saudi. Komoditas ini merupakan salah satu yang banyak diincar oleh para jamaah dari seluruh dunia hingga membuatnya sangat ramai diperdagangkan. Untuk memperoleh kurma, tempat yang paling banyak dikunjungi jamaah pada setiap musim haji adalah Pasar Kurma (Madinah Dantes Market). Terletak di pusat kota, sekitar 600 meter arah selatan dari Masjid Nabawi, tepatnya di kawasan Qurban. Lebih mudahnya, untuk pergi ke Pasar Kurma, berjalanlah ke arah Kubah Hijau Masjid Nabawi dari arah Baqi.

 

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi dan pendaftaran kunjungi Andalus Travel Batu Malang.

 

Diarea Kubah Hijau dan membelakangi Baqi, terdapat pasar kurma yang cukup besar dan mencolok di sisi kanan. Pasar ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 22.00 waktu setempat. Di pasar ini hampir sekitar 26 jenis kurma yang diperjual belikan. berbagai jenis variasi olahan dari kurma juga diperjual belikan misalnya biskuit isi selai kurma, coklat isi kurma,dan  kurma isi kacang. Pra jamaah haji bisa memanfaatkan kemampuan menawar dan kejelian. 

Isyarat Unik di Pasar Buah Tangan

Hal unik yang ada di pasar buah tangan, kita sebagai pembeli diperbolehkan untuk mencicipi semua jenis kurma dan makanan olahan dari kurma secara gratis. Namun untuk beberapa penjual tidak semua memperbolehkan untuk mencoba kurma jenis ajwa dan ambhar. Biasanya penjual akan mengatakan `haram` untuk dua jenis kurma tersebut kecuali kita memang ingin benar-benar membelinya atau kita minta ijin dulu ke sipenjual dengan menggunakan bahasa isyarat “Halal” sambil memegang buah kurma, jika dibilangnya halal maka tentunya untuk mencicipi sudah diperbolehkan.kalau katanya haram maka jangan dicicipi. Yang dimaksud `haram` adalah kita tak boleh mencobanya.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.