Beranda » Religi » Haji » Haji menjadi penyumbang PBD terbesar Arab Saudi Ketiga

Haji menjadi penyumbang PBD terbesar Arab Saudi setelah Minyak dan Gas. Bagi negara Arab Saudi, Minyak, gas dan Ibadah haji menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan negara Arab Saudi. Negara Arab Saudi menjadi tujuan utama jamaah Haji dan Umrah dari berbagai negara. Bahkan tidak pernah sepi dari jamaah yang hendak melaksanakan haji atau umrah. Dilansir dari beberapa website seperti Kompas.com hampir sekitar 2.5 juta orang di setiap tahun yang berkunjung ke Arab Saudi untuk melaksanakan haji, angka ini belum termasuk jamaah umrah. 

 

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi dan pendaftaran umrah atau haji kunjungi Andalus Travel Batu Malang.

 

Dari jumlah kedatangan jamaah haji dan umrah ini, dilansir dari BB, negara Arab Saudi mendapat pendapatan langsung sekitar sekitar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 177.139 Trilliiun dengan kurs Rp.14.700. perhitungan ini diestimasikan tanpa adanya pandemi covid-19. 

 

Pendapatan Lain Arab Saudi

Selain pendapatan dari Haji dan Umrah, Arab saudi juga memperoleh pendapatan dari hasil gas dan minyak bumi. Dan juga dari peredaran uang dari pengeluaran belanja dari para jamaah haji dan umrah selama di Arab Saudi. Penyelenggaraan haji dan umrah membuat sektor bisnis properti, hotel, catering, maskapai penerbangan serta pada sektor bisnis penunjang lain menerima perputaran uang yang luar biasa besar. 

 

Beberapa upaya dilakukan Mohammed bin Salman agar negaranya  mengurangi ketergantungan dari pendapatan minyak. Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi mulai mempromosikan sektor pariwisata mereka. Diharapkan di masa mendatang, ada kunjungan wisata dari para jemaah haji selain mengunjungi dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

 

Ekonomi Arab Saudi bisa dikatakan dalam periode yang paling sulit sejak beberapa tahun terakhir. Hanya mengandalkan pemasukan dari minyak juga bukan pilihan karena harganya yang sempat anjlok. Lebih dari 80 persen pendapatan Arab Saudi berasal dari penjualan minyak dan gas. Turunnya harga minyak dan tak adanya penyelenggaraan ibadah haji katika pandemi, membuat pemerintah harus melakukan penghematan dan upaya diversifikasi.

 

Sumber:

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.