Beranda » Religi » Haji » Hal ini Jarang Diketahui Tentang Haji
Keutamaan Kota Nakkah

Sumber: Unsplash.com

Dalam agama islam, haji merupakan rukun islam yang kelima. Seorang umat islam wajib menunaikan ibadah haji ketika mereka mampu secara finansial dan fisik. Bagi yang masuk kategori mampu, setidaknya wajib menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup. Beberapa hal ini jarang diketahui tentang haji.

 

Rasululah Hanya sekali melakukan ibadah haji

Rasulullah melakukan haji hanya sekali saat menjelang akhir hayatnya hingga disebut sebagai haji perpisahan. Hal ini diluar jumlah umrah yang dilakukan olehnya. 

Mengutip Ihram, diriwayatkan dari Abu Ishaq, dia berkata, Aku pernah bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Berapa kali kamu berperang menyertai Rasulullah?” Dia menjawab, “Tujuh belas kali.” Kata Abu Ishaq, “Kemudian Zaid bin Arqam bercerita kepadaku bahwa Rasulullah pernah berperang sembilan belas kali, dan beliau berhaji sekali setelah beliau berhijrah, yaitu haji wada’.” 

 

Sementara itu Jabir bin Abdullah RA meriwayatkan, “Sesungguhnya Rasulullah telah tinggal di Madinah selama sembilan tahun namun beliau belum berhaji. Kemudian pada tahun kesepuluh beliau mengumumkan bahwa beliau akan berhaji, sehingga banyak orang yang hadir ke Madinah yang kesemuanya ingin turut serta bersama Rasulullah dan melakukan amal ibadah seperti beliau.”

 

Luas Padang Arafah dan Masjid di padang arafah

Fakta soal luas wilayah Padang Arafah. Diperkirakan luas Padang Arafah mencapai 12 juta meter persegi. Maka tak heran jika Padang Arafah mampu menampung jamaah haji yang berjumlah rata-rata 2,5 juta per tahunnya. 

 

Di Padang Arafah juga teradapat masjid bernama Masjid Namirah. Dikutip dari buku ‘Aku Datang Memenuhi Panggilan-Mu: Panduan Doa dan Ibadah‘ karya Freddy Rangkuti dan Siti Haniah, masjid ini hanya dibuka sekali dalam setahun atau saat bertepatan dengan ibadah Wukuf di Padang Arafah. 

 

Masjid Namirah bukan termasuk tempat wukuf. Walaupun begitu, seluruh padang Arafah merupakan tempat Wukuf sehingga tidak disyariatkan untuk naik ke Gunung Arafah, khususnya saat berdesak-desakan. Apalagi, kondisi Padang Arafah sekarang ditumbuhi banyak pepohonan sehingga membuat udara sejuk.

 

Jumlah batu lempar jumrah untuk jamaah haji perempuan

Jumlah batu kerikil yang harus dikumpulkan oleh jamaah haji perempuan saat melempar jumrah. Hal ini tergantung pada berapa hari yang akan dihabiskannya untuk mabit di Mina. Sebagaimana dikutip dari buku Rujukan Haji & Umrah untuk Wanita karya Dr ‘Ablah Muhammad al-Kahlawi. 

 

“Jika ia memilih nafar tsani,yakni menghabiskan tiga hari tasriq (11,12,13 Dzulhijah) di Mina, dia harus mengumpulkan sebanyak 70 batu kerikil. Tetapi,jika dia memilih naffar awwal, yakni menghabiskan dua hari tasriq (11 dan 12 Dzulhijah) saja, dia harus mengumpulkan 49 batu kerikil,” tulis ‘Abhlah. 

 

Manasik lempar jumrah diawali dengan lempar jumrah ‘aqabah pada hari Nahar dengan tujuh batu kerikil. 

 

“Jadi, sisa batu kerikil masih ada 63 buah untuk lempar jumrah selama tiga hari di Mina atau 42 buah untuk lempar jumrah selama dua hari di Mina. Setiap harinya,21 batu kerikil dibuat melempar dan setiap lemparan tujuh buah batu kerikil,” jelas ‘Ablah.

 

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi dan pendaftaran kunjungi Andalus Travel Batu Malang.

 

Dua hal yang harus dihindari saat Sa’i

Fakta ibadah haji kelima adalah soal hal yang harus dihindari saat melaksanakan salah satu rukun haji yakni Sa’i. Saat sa’i, jamaah akan berlari atau berjalan bolak balik sebanyak tujuh kali dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Tidak ada doa atau zikir khusus pada setiap putaran sa’i. Namun ada dua hal yang sering terjadi saat Sa’i yang harus dihindari seperti dikutip dari Viva. 

 

  1. Menghadap Ka’bah dan mengangkat tangan seperti ketika shalat Ada sebagian jemaah haji ketika naik ke atas Safa dan Marwah, menghadap Ka’bah dan mengangkat tangan ke arahnya sewaktu membaca takbir seolah-olah mereka bertakbir untuk shalat. Hal ini keliru karena Nabi Muhammad mengangkat kedua telapak tangan hanya pada saat berdoa. Di bukit ini cukuplah membaca tahmid dan takbir, serta berdoa kepada Allah SWT sesuka hati sambil menghadap kiblat. 

 

  1. Berjalan cepat antara Safa dan Marwah pada seluruh putaran Padahal, menurut sunah Nabi Muhammad, berjalan cepat itu hanyalah dilakukan antara kedua tanda hijau. Adapun yang lain cukup dengan berjalan biasa. 

 

Inilah beberapa fakta ibadah haji yang jarang diketahui dirangkum dari beberapa sumber. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah suci.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.