Beranda » Religi » Haji » Hal yang Dilakukan pada Hari Tasyrik

Hal yang Dilakukan pada Hari Tasyrik

Pada kalender Hijriah, Hari Tasyrik akan jatuh dua hingga tiga hari setelah Idul Adha. Jamaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah. Di hari tasyrik, umat islam dilarang untuk berpuasa. 

Beberapa ulama berpendapat bahwa hari tasyrik berjumlah dua hari. Sementara sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa hari tasyrik terdiri dari tiga hari. 

“Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari [11, 12, 13 Zulhijah) setelah hari nahar [10 Zulhijah]. Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari” (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, juz IV).

Tak cuma itu, sejumlah ulama juga berpendapat bahwa di hari Tasyrik, umat Islam menjemur daging untuk menjadikannya dendeng. Lain pendapat mengatakan, dinamai hari Tasyrik karena hewan kurban tidak disembelih, kecuali setelah matahari memancarkan sinarnya.

 

Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan para jamaah haji di hari tasyrik

Hal yang dilakukan di hari tasyrik biasanya meliputi beberapa hal dibawah ini:

Tanggal 11 : Melontar jumroh setelah matahari tergelincir ke barat, sesudah shalat dzuhur. Melontar jumroh Ula 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir, kemudian berdoa. Lalu melontar jumroh Wustha 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir, kemudian berdoa. lalu melontar jumroh ‘Aqobah 7 batu, setiap melontar sambil bertakbir dan selesai, tidak perlu lagi berdoa. 

Tanggal 12 : Pada tanggal 12 Dzulhijjah, melontar jumroh setelah matahari tergelincir ke barat, sesudah shalat dzuhur. Melontar jumroh Ula 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir, kemudian berdoa lalu-Melontar jumroh Ula 7 batu, sambil bertakbir, kemudian berdoa. Lalu melontar jumroh Wustha 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir, kemudian berdoa. Lalu melontar jumroh ‘Aqabah 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir dan selesai, tidak perlu lagi berdoa.

Setelah selesai boleh melakukan nafar awwal, meninggalkan Mina sebelum terbenam matahari menuju Mekkah untuk thawaf Wada’, kemudian pulang ke negeri (tanah air).

Tanggal 13 Dzulhijjah, melontar jumroh setelah matahari tergelincir ke barat, seusai shalat Dzuhur. Melontar jumroh Ula 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir, kemudian berdoa. Lalu melontar jumroh Wustha 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir, kemudian berdoa. Lalu melontar jumroh ‘Aqabah 7 batu; setiap melontar sambil bertakbir dan selesai, tidak berdoa. 

Kemudian semua jamaah haji boleh meninggalkan Mina. Bagi yang ingin pulang ke negerinya atau ingin ke Madinah, maka dia wajib thawaf Wada’ di Mekkah, baru dia pulang ke negerinya. Adapun yang masih ingin tinggal di Mekkah, maka ia melakukan thawaf Wada’ saat akan meninggalkannya.

Beberapa hal tersebut yang umum dilakukan di hari tasyrik oleh para jemaah haji ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci.

 

Dapatkan paket murah umrah atau haji melalui Andalus Travel Batu Malang. Konsultasi dan pendaftaran Haji & Umrah dapat anda lakukan disini atau menghubungi kami disini.

 

Sumber:

https://www.ihram.asia/wawasan/hal-yang-dilakukan-pada-hari-tasyriq

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220708142242-284-819037/apa-itu-hari-tasyrik-dan-amalan-yang-bisa-dilakukan#:~:text=%22Hari%20Tasyrik%20adalah%20sebutan%20bagi,Syarah%20Shahih%20Muslim%20Ibnil%20Hajjaj%2C

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.