Beranda » Religi » Haji » Hukum Apabila Alami Flek Kehamilan Saat Umrah

Bagi wanita banyak hal yang harus lebih diperhatikan ketika menjalankan ibadah wajib dan sunnah. Salah satunya adalah muncul flek atau pendarahan karena kehamilan saat ibadah umrah. Berikut penjelasan mengenai hukum apabila alami flek kehamilan saat umrah.

 

Pendarahan atau flek pada kehamilan yang normal biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah pembuahan dan bisa datang bertepatan dengan tanggal menstruasi. Inilah yang menyebabkan banyak wanita tidak menyadari bahwa pendarahan yang keluar saat itu bukanlah flek biasa. Berikut contoh flek tanda kehamilan yang perlu diketahui:

  • Memiliki durasi yang singkat

Flek tanda kehamilan biasanya berlangsung hanya beberapa jam atau paling lama 3 hari. Darah yang keluar juga berupa bercak yang kadang terlihat dan kadang tidak. Berbeda dengan menstruasi, darah yang keluar akan sedikit dan semakin banyak pada hari ke-2 hingga ke-4 masa menstruasi. Periode menstruasi umumnya berlangsung selama 4-7 hari. 

  • Berwarna merah muda hingga coklat tua

Flek kehamilan adalah berwarna merah muda hingga coklat tua. Berbeda dengan darah menstruasi yang cenderung lebih berwarna merah darah terang atau merah tua. 

  • Mengalami nyeri ringan

Sebagian wanita yang mengalami flek tanda kehamilan juga akan mengalami nyeri ringan di bagian perut bawah. Jika nyeri yang muncul tak tertahankan atau disertai pendarahan yang cukup banyak, ada kemungkinan kehamilan sedang mengalami masalah. 

  • Disertai tanda kehamilan lainnya

Selain keluarnya flek, ada beberapa tanda lainnya yaitu terlambat menstruasi, mual atau muntah, suhu tubuh meningkat selama awal kehamilan, mudah lelah, perubahan mood, sering buang air kecil, perut kembung, sembelit. 

 

Itulah beberapa tanda flek kehamilan. Hal ini dapat membantu wanita yang hamil yang sedang melakukan ibadah umrah atau haji. 

 

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi, pendaftaran dan informasi mengenai haji dan umrah dapat mengunjungi Andalus Travel Batu Malang.

 

Saat melakukan tawaf menurut ulama asal Kanada Syekh Ahmad Kutty menjelaskan, wanita yang sedang hamil dan pendarahan yang dialami tidak dianggap sebagai menstruasi. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir dengan keabsahan tawafnya. 

 

Tawaf tersebut dianggap baik-baik saja selama wanita hamil ini membersihkan diri dan berwudhu dalam waktu dekat sebelum melakukan tawaf. Hukum ini berlaku jika kita memperhatikan kedudukan orang-orang yang menuntut syarat wudhu demi sahnya thawaf. 

 

Ada pula yang tidak menganggap wudhu sebagai syarat. Tidak ada bukti yang jelas dalam sumber-sumber untuk menjadikannya sebagai prasyarat mutlak. 

 

Seorang wanita hamil tidak perlu khawatir untuk menjalankan umroh jika hal tersebut terjadi. Jika masih mengeluarkan darah selama tawaf itu dimaafkan karena keadaan khusus ini. 

 

Adapun sa’i, wudhu tidak semuanya syarat. Jadi, itu sah tanpa berwudhu. Meskipun akan lebih baik jika mampu menjaga wudhu karena berada dalam keadaan wudhu saat melakukan dzikir memiliki keutamaan (dalam sa’i terdapat dzikir). 

 

Sumber:

https://www.alodokter.com/begini-contoh-flek-tanda-kehamilan\

https://ihram.republika.co.id/berita/r48lzd366/alami-flek-kehamilan-saat-umroh-apakah-ibadah-tetap-sah

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.