Beranda » Religi » Haji » Nasehat Ketika di Tanah Suci
Nasehat di Tanah Suci

Sumber: Photo by Monstera: https://www.pexels.com/photo/multiethnic-muslim-women-using-tablet-and-taking-note-6281919/

Nasehat ketika di Tanah Suci. Berkunjung ke tanah suci untuk menunaikan haji atau umrah adalah kesepatan ibadah yang sangat mulai, sangat agung dan tidak semua umat muslim mendapatkan kesempatan untuk melakukannya. Betapa banyak umat islam yang merindukan baitullah dan baru bisa mengunjungi setelah melalui perjuangan yang luar biasa. Menabung dan menyisihkan penghasilan begitu lama, dan menanti masa keberangkatan sangat lama bahkan harus mengantri selama puluhan tahun dengan kondisi kuota keberangkatan yang terbatas. 

 

Olah karena itu seseorang tatkala melaksanakan ibadah haji harus dihadirkan dalam dirinya wawasan mengenai haji merupakan ibadah yang sangat agung. Ibadah yang menjanjikan banyak hal. Menjanjikan surga yang tertinggi, menjanjikan diampuninya dosa-dosa, menjanjikan kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu berikut ini beberapa nasehat ketika di tanah suci.

 

Oleh karenanya dia benar-benar memperhatikan adab-adab tatkala melaksanakan ibadah haji. Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘Anhu pernah berkata:

 

 الراكب كثير , والحاج قليل!

 

 “Yang naik kendaraan datang ke tanah suci banyak, tapi haji yang sungguh-sungguh tidak banyak (hanya sedikit).” 

 

Maka nasehat saya kepada diri saya dan juga kepada para jamaah haji sekalian agar berusaha mengikhlaskan niat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Mengikhlaskan Niat

Seorang yang melakukan ibadah haji rawan sekali dengan harapan mendapat pujian. Nabi Shallallahu’ Alaihi wa Sallam waktu melaksanakan ibadah haji berkata:

“Ya Allah, inilah hajiku, aku tidak riya’ dan juga tidak sum’ah.” (HR. Ibnu Majah) 

 

Penyebutan hal ini khusus untuk ibadah haji, karena ibadah ini rawan sekali bagi orang-orang yang menunaikan sombong dan angkuh, pamer kepda tetangga, pamer kepada kerabat, kepada kawan-kawan. 

 

Maka keiklhasan niat sangat diperlukan, semua uang yang telah dikeluarkan, tenaga dan senergi yang dusah dikeluarkan, jika ternyata ibadah haji karena riya’ maka sangat disayangkan ibadah tersebut akan menjadi sia-sia, tidak bernilai di sisi Allah sama sekali. 

 

Mengikuti Sunnah

Seorang berusaha untuk mengikuti sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka hendaknya dia pelajari bagaimana tata cara ibadah haji, bagaimana sunnah-sunnah Nabi yang dikerjakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tatkala sedang beribadah haji. Sehingga dia bisa melakukan ibadah haji sesuai dengan sunnah. Kita tahu bahwasannya ketika kita haji belum tentu bisa mendapat kesempatan dua kali dalam seumur hidup. Jangankan kita, masih banyak orang yang belum berhaji. Bisa jadi ini haji kita satu-satunya. Maka berusaha kita benar-benar haji dengan serius sesuai dengan sunnah sebisa-bisanya agar benar-benar diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

 

Menjauhi Kemaksiatan

Ketika sedang melaksanakan ibadah haji, jaga pandangan, jangan umbar pandangan, di sana banyak hal-hal yang mengundang kita untuk kita lihat. Terkadang kita melihat aurat wanita, terkadang kita melihat hal yang tidak dibenarkan dalam syariat, maka jaga pandangan kita. Kemudian jaga lisan kita. Jangan kita berhaji kemudian kita berghibah, kita menuduh, menyebarkan berita yang tidak benar. Maka ketika haji, fokus ibadah, jangan tersibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi sampai terjerumus dalam dosa-dosa lisan. 

 

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi dan pendaftaran kunjungi Andalus Travel Batu Malang.

 

Bersabar dan bersedekah

Orang yang sedang beribadah haji harus bersabar. kadang kala ketika haji dia pasti melewati hal-hal yang sulit. Siapapun yang berhaji, apakah haji dengan travel biasa maupun travel yang plus bahkan super plus, dia tidak akan luput dari kesulitan. Namanya haji pasti ada kesulitan. Maka seorang bersabar tatkala melaksanakan ibadah haji. Dia tidak mencari-cari kesulitan. Dan ketika sedang berhaji,  jangan lupa untuk bersedekah,jika memiliki uang lebih, kita bersedekah di tanah suci. Ketika punya uang lebih, kita jangan ragu-ragu untuk makan yang menyehatkan tubuh kita. Jangan terlalu berhemat. Sebagian jamaah haji terlalu berhemat sehingga akhirnya makannya kurang menyebabkan gizi dan kesehatannya berkurang. Menjaga kesehatannya agar bisa fit dalam melaksanakan ibadah haji.

Banyak Bertaubat

Jangan lupa banyak bertobat tatkala melaksanakan ibadah haji dalam hari-hari haji, kesempatan hanya sebentar, sebagian jamaah haji hanya menghabiskan waktu di tanah suci selama 40 hari, sebagian dari mereka hanya sekitar 20 harian, maka ini adalah hari-hari yang sangat bernilai untuk akhirat kita, jangan kita sia-siakan sedikitpun. 

 

Demikianlah nasihat yang diharapkan bisa sampai kepada jamaah atau calon jamaah haji yang hendak menunaikan ibadah haji.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.