Menurut Ulama Fikih, Wahbah az-Zuhaili, ada sejumlah hal yang disunnahkan bagi jamaah haji yang telah kembali ke kampung halamannya. Hal ini dijelaskan oleh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3. Ada beberapa sunnah bagi orang yang baru pulang haji maupun musafir lainnya adalah mengucapkan doa ketika dalam perjalanan, masuk ke masjid lalu menunaikan shalat dua rakaat begitu tiba di rumah, hingga berperilaku lebih baik dari sebelumnya.
Berikut Hal yang Disunnahkan bagi Orang yang Pulang Haji
- Mengucapkan Doa sebagaimana Dilakukan Rasulullah
Orang yang pulang haji disunahkan untuk mengucapkan doa sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar, bahwa dalam perjalanan pulang setelah melakukan peperangan, haji atau umrah, biasanya Rasulullah SAW bertakbir tiga kali setiap berjalan di tanjakan, lalu beliau berkata:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ لِرَبِّ حَامِدُوْنَ، صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحَدَهُ
Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahû, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, âyibûna, tâ’ibûn, ‘âbidûn, sâjidûn li rabbinâ hâmidûn, shadaqallâhu wa’dahû, wa nashara ‘abdahû, wa hazamal ahzâba wahdahû.
Artinya: “Tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Segenap kekuasaan dan pujian adalah milik-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan mengalahkan persekutuan kaum kafir sendirian.”
- Memberi Kabar setelah Dekat Kampung Halaman
Jemaah haji juga disunnahkan untuk mengutus seseorang untuk memberi kabar kepada keluarga (istri) setelah dekat dengan kampung halaman. Menurut Wahbah az-Zuhaili, hal ini dilakukan agar keluarga di rumah tidak terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
- Mengucapkan Doa Apabila Melihat Perbatasan Kampung Halaman
Apabila telah melihat perbatasan kampung halamannya, dianjurkan untuk mengucapkan doa berikut
باسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ خَيْرَها وَخَيْرَ أهلها وَخَيْرَ ما فِيها وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّها وَشَرّ أهلها وَشَرّ مَا فِيهَ
Bismillâh allâhumma innî as-aluka khaira hâdzihi-s-sûqi wa khaira mâ fîhâ wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ. Allâhumma innî a’ûdzubika an ushîba fîhâ yamînan fâjiratan au shafqatan khâsiratan
Artinya: “Ya Allah, aku memohon Engkau memberiku kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan apa saja yang ada di dalamnya; dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini, kejahatan penduduknya, serta kejahatan apapun yang ada di dalamnya.”
Sementara itu, sebagian ulama menganjurkan untuk membaca doa yang diriwayatkan oleh Ibnus Sunni sebagaimana ditulis Imam an-Nawawi dalam Kitab al-Adzkaar. Berikut artinya:
“Ya Allah, berilah kami kedamaian dan rezeki yang baik di kampung ini. Ya Allah, berilah kami rezeki yang lapang disini, lindungilah kami dari wabah penyakit di sini, jadikanlah kami dicintai oleh penduduknya, dan buatlah penduduknya yang saleh dicintai oleh kami.”
- Tidak Mendatangi Keluarga pada Malam Hari
Apabila telah tiba, Wahbah az-Zuhaili mengatakan untuk tidak mendatangi keluarga (istri)nya pada malam hari. Namun, hendaklah masuk ke kampung pada pagi hari atau sore hari. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, dari Anas bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mendatangi keluarganya (sekembalinya dari perjalanan jauh) pada malam hari; beliau mendatangi mereka pada pagi atau sore hari.
Disunnahkan Masuk Dulu ke Masjid dan Shalat 2 Rakaat
Setelah sampai di rumah, disunnahkan masuk dulu ke masjid untuk menunaikan shalat dua rakaat. Setelah masuk rumah, hendaknya juga menunaikan shalat dua rakaat, berdoa, dan bersyukur kepada Allah SWT.
- Memberikan Ucapan Selamat seperti Dicontohkan Rasulullah
Bagi orang yang memberikan ucapan selamat kepada orang yang baru pulang haji, disunnahkan untuk mengucapkan:
قَبَّلَ اللهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ
Qabballallâhu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka.
Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti biaya yang telah kau keluarkan.”
Ucapan ini diriwayatkan oleh al-Hakim dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah. al-Hakim mengatakan, “Hadits ini shahih, sesuai dengan syarah Muslim.”
- Membaca Doa setelah Masuk Rumah
Setelah masuk rumah, dianjurkan membaca doa seperti yang diucapkan oleh Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa setelah pulang dari perjalanan jauh dan sesudah masuk rumah menemui keluarganya, biasanya Nabi SAW berkata
تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حُوْبً
Tauban, tauban, li rabbinâ awban, lâ yughâdiru hûban.
Artinya: “(Ya Allah) kami memohon Engkau memberi kami tobat yang sempurnah. Kami kembali kepada Tuhan kami, semoga tak tersisa lagi dosa kami.”
- Berperilaku Lebih baik dari Sebelumnya
Terakhir, orang yang pulang menunaikan haji dianjurkan untuk berperilaku lebih baik dari sebelumnya. Sebab, kata Wahbah az-Zuhaili, hal itu merupakan tanda diterimanya ibadah haji seseorang.
Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi, pendaftaran dan informasi mengenai haji dan umrah dapat mengunjungi Andalus Travel Batu Malang
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Takayama Old Town
Takayama Old Town Takayama Old Town adalah tempat wisata yang populer selain Shirakawa-Go. Untuk menuju ke Takayama, paling disarankan adalah menggunakan kereta dari Toyama. Jika Anda datang dari Tokyo atau Kanazawa, naik Hokuriku Shinkansen hingga Toyama, lalu sambung Takayama Line dengan kereta JR Hida Limited Express arah Gero/Gifu hingga Takayama (90 me... selengkapnya
Tips Liburan ke Hainan, Lebih Worth It dan No Drama
Hainan sering dijuluki sebagai “Hawaii-nya China”. Pulau tropis ini terkenal dengan pantai bersih, laut biru, dan kombinasi wisata alam serta budaya yang cukup lengkap. Buat kamu yang lagi merencanakan liburan singkat tapi tetap berisi, itinerary 5 hari 3 malam ke Hainan bisa jadi pilihan yang masuk akal. Artikel ini merangkum tips liburan ke Hainan yang... selengkapnya
6 Kendaraan Laut yang Angkut Jamaah Haji pada Masa Kolonial
Pada 1920-an, angkutan laut (kapal laut) menjadi kendaraan utama jamaah haji Indonesia. Para jamaah haji Indonesia diangkut oleh kapal-kapal laut milik perusahaan asing. Seperti yang dikisahkan dr. Abdoel Patah, dalam bukunya yang berjudul “Segi Kegiatan Perjalanan Ziarah ke Makkah” bahwa ada enam kapal laut milik asing yang beroperasi dan populer pada s... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
+6282221657868 -
Whatsapp
6282221657868 -
Email
dreamholidays.co.id@gmail.com



Belum ada komentar