Hotline +6282221657868
Informasi lebih lanjut?
Home » Jepang » Desa Shirakawago Jepang, Surga Tersembunyi di Prefektur Gifu

Kalau ngomongin Jepang, biasanya yang langsung kepikiran itu Tokyo dengan gedung-gedung futuristiknya, Kyoto dengan kuilnya, atau Osaka dengan kulineran seru. Tapi, ada satu tempat yang vibes-nya beda banget: Desa Shirakawago. Desa ini bukan sekadar spot wisata biasa, tapi juga warisan budaya dunia yang diakui UNESCO sejak 1995. Jadi bisa dibilang, main ke sini tuh kayak jalan-jalan sekaligus belajar sejarah hidup.

 

Sekilas Tentang Shirakawago

Photo from www.pelago.com

Shirakawago Jepang terletak di Prefektur Gifu, di area pegunungan Chubu. Lokasinya agak tersembunyi, dikelilingi lembah dan pegunungan yang pas banget kalau kamu lagi cari suasana tenang. Desa ini terkenal karena pemandangannya yang super ikonik, terutama saat musim dingin. Bayangin rumah tradisional beratap runcing ketutup salju—kayak masuk ke negeri dongeng.

 

Sejarah dan Budaya yang Masih Hidup

Sejarah Desa Shirakawago bisa ditarik jauh ke ratusan tahun lalu. Dulu, masyarakatnya hidup dari pertanian, terutama padi dan soba. Selain itu, mereka juga beternak ulat sutra di loteng rumah mereka yang luas. Uniknya, sampai sekarang nuansa tradisional ini masih dijaga. Bukan cuma sebagai gimmick wisata, tapi memang bagian dari kehidupan sehari-hari warga desa.

Kamu juga bisa nemuin berbagai festival budaya di sini, misalnya “Doburoku Matsuri” di musim gugur. Festival ini biasanya penuh dengan tarian tradisional dan minuman sake khas buatan lokal. Jadi, kalau datang pas momen ini, bakal dapat pengalaman budaya otentik Jepang.

 

Bayangin serunya jalan bareng ke Desa Shirakawago Jepang, ngerasain vibes desa kuno yang masuk warisan dunia UNESCO, terus lanjut trip domestik ke Bromo buat nikmatin sunrise legendaris. Open trip ini bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga bikin momen baru bareng teman-teman seperjalanan. Yuk, jangan cuma lihat dari foto—gabung sekarang dan rasain langsung petualangannya bareng kami!

 

Arsitektur Rumah Gassho-Zukuri

Photo from expedia.co.id

Hal paling ikonik dari Desa Shirakawago tentu rumah-rumah tradisionalnya yang disebut gassho-zukuri. Atapnya tinggi dan curam, bentuknya mirip tangan yang lagi berdoa. Desain ini bukan cuma estetik, tapi juga punya fungsi penting: biar salju yang tebal bisa langsung meluncur turun tanpa bikin atap ambruk.

Rumah-rumah ini biasanya besar banget, bisa menampung keluarga besar bahkan sampai empat generasi sekaligus. Lantai atas sering dipakai buat beternak ulat sutra, sementara lantai bawah untuk tempat tinggal. Sampai sekarang, beberapa rumah masih dihuni, ada juga yang dijadikan museum biar pengunjung bisa belajar sejarah rumah gassho-zukuri secara langsung.

 

Kehidupan Sehari-hari di Desa

Walaupun sekarang jadi destinasi wisata populer, kehidupan masyarakat lokal tetap berjalan seperti biasa. Banyak warga yang masih bertani dan mengolah lahan kecil mereka. Di musim dingin, desa ini berubah jadi tempat yang magis. Bayangin, rumah-rumah kayu yang hangat dari dalam, ditambah cahaya lampu kuning yang mantul di salju putih. Nggak heran banyak wisatawan datang buat foto-foto di spot paling populer yaitu Ogimachi Village.

 

Daya Tarik Wisata di Shirakawago

Photo from live.staticflickr.com

Selain jalan-jalan keliling desa, ada banyak hal menarik buat dicoba. Salah satunya adalah homestay di rumah gassho. Bayangin kamu nginep di rumah tradisional ratusan tahun usianya, makan masakan lokal kayak Hida beef atau mi soba, sambil ngerasain suasana desa yang damai.

Kalau mau lihat pemandangan dari atas, bisa naik ke Shiroyama Viewpoint. Dari sini, kamu bisa lihat keseluruhan desa yang tertata rapi di lembah, apalagi kalau pas musim dingin saat iluminasi malam dinyalakan. Sumpah, vibes-nya kayak di film animasi Ghibli.

Selain itu, ada juga museum yang nyeritain detail sejarah Shirakawago Jepang, termasuk cara masyarakatnya bertahan hidup di alam yang keras. Jadi selain healing, kamu juga dapat ilmu baru.

 

Tips Berkunjung ke Shirakawago

Buat yang pengen ke sini, gampang banget. Dari Nagoya, Kanazawa, atau Takayama, kamu bisa naik bus langsung menuju desa. Perjalanan biasanya makan waktu 2–3 jam. Ada juga tur harian yang sering jadi pilihan traveler.

Waktu terbaik buat datang? Tergantung selera. Kalau suka suasana salju dan iluminasi malam yang romantis, datanglah di musim dingin (Desember–Februari). Kalau mau lihat desa dikelilingi bunga sakura, pilih musim semi. Sedangkan musim gugur bikin pemandangan makin estetik dengan dedaunan merah keemasan.

Harga tiket masuknya sendiri nggak mahal. Biasanya kamu cuma perlu bayar buat masuk museum atau rumah tertentu yang dibuka untuk umum. Jalan-jalan di area desa gratis kok, jadi ramah banget buat backpacker.

 

Shirakawago, Potongan Jepang yang Tak Lekang Waktu

Desa Shirakawago bukan cuma destinasi wisata biasa, tapi juga potongan sejarah hidup Jepang yang masih terjaga. Dari sejarah Shirakawago yang panjang, arsitektur rumah gassho-zukuri, sampai kehidupan tradisional masyarakatnya, semua bikin pengalaman ke sini terasa autentik.

Kalau kamu pengen ngerasain Jepang dengan sisi yang lebih slow dan penuh budaya, Shirakawago adalah tempat yang wajib masuk bucket list. Jadi, next time ke Jepang, jangan cuma mampir ke kota besar—coba deh melipir ke desa kuno ini. Dijamin memorable banget.

 

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Cara Mengatasi Nyeri Telinga pada Jamaah Saat di Pesawat

Cara Mengatasi Nyeri Telinga pada Jamaah Saat di Pesawat

18 September 2022 885x Haji, Religi, Tips Haji & Umrah, Umrah

Pengalaman kurang nyaman yang biasa dialami jamaah saat naik pesawat adalah telinga yang berdengung dan sakit. Saat pesawat berada di ketinggian, tekanan di dalam kabin berubah dengan cepat dan mempengaruhi telinga para jamaah, sehingga mereka akan merasa telinga mereka berdengung dan nyeri. Berikut pembahasan Cara Mengatasi Nyeri Telinga pada Jamaah Saat di... selengkapnya

hie shrine

Hie Shrine

25 Juli 2019 1.049x Creative, Ecommerce, Jepang, Photography, Travel

Hie Shrine Hie Shrine (日枝神社 Hie Jinja) ini dibangun pada tahun 830 atau hampir 1200 tahun yang lalu. Tetapi pada tahun 1607, Tokugawa Leyasu (penguasa pada tahun tersebut) memindahkan kuil ini ke sisi timur Istana Kaisar Tokyo. Hie Shrine ini dibangun sebagai tempat ibadah agam Shinto sekaligus tempat tinggal roh leluhur pelindung keluarga Tokugawa... selengkapnya

Liburan ke Skotlandia

Liburan ke Skotlandia Negeri Kastil dengan Alam yang Memukau

3 Juli 2025 1.184x Adventure, Eropa

Kalau kamu sedang cari destinasi liburan luar negeri yang beda dari biasanya, liburan ke Skotlandia bisa jadi pilihan yang tepat. Negara ini terkenal dengan lanskap alam yang dramatis, kastil-kastil tua, dan budaya khas Keltik yang masih sangat terasa. Nggak heran kalau banyak traveler dari seluruh dunia menjadikan Skotlandia sebagai salah satu bucket list m... selengkapnya

PT. Legacy Tourism Indonesia

Dreamholidays.co.id merupakan salah satu brand dari biro perjalanan wisata yaitu PT. Legacy Tourism Indonesia

Nomor Induk Berusaha : 2802250035061

 


Member Of ASITA

Association Of The Indonesian
Tours & travel Agencies
NIA : 0511/XII/DPP/2025

Our Office

Dreamholidays.co.id
Jl. Wukir, Torongrejo, Ratawu, Kota Batu, Jawa Timur
E-mail : dreamholidays.co.id@gmail.com

Live Chat
Online Senin-Minggu (08:00 – 22:00) WIB

Hubungi Kami :

Hot Line :

Admin : +62-822-2165-7868

email : dreamholidays.co.id@gmail.com

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.