Hotline +6281125510010
Informasi lebih lanjut?
Home » Religi » Haji » Hal yang Dilakukan saat Mabit di Muzdalifah

Ibadah haji merupakan ibadah fisik. Oleh karena itu membutuhkan stamina yang sehat dan prima. Untuk dapat menjalankan ibadah, jamaah dianjurkan untuk beristirahat sejenak agar kesehatan fisik dan mentang tetap pulih dan terjaga. Salah satunya adalah Mabit (bermalam) di Muzdalifah sebagai rangkaian ibadah sebelum melanjutkan ritual ibadah lainnya. Kegiatan mabit ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada jamaah haji untuk beristirahat. 

 

Mabit di Muzdalifah dilakukan pada malam 10 Dzulhijjah selepas wukuf di Arafah. Di bagian sebelah barat dari Muzdalifah ini terletak Masy’aril Haram, yaitu Jabal Quzzah. Sebagian Mufassir mengatakan, Masy’aril Haram adalah Muzdalifah seluruhnya. 

 

Ditempat ini jamaah melakukan mabit atau wukuf, minimal telah melewati tengah malam. Memang yang lebih utama mabit dilakukan sampai selesai sholat subuh sebelum berangkat ke Mina untuk melakukan Jumrah Aqobah. 

 

Para imam madzhab sependapat bahwa mabit di Muzdalifah hukumnya wajib, kecuali bagi seseorang yang mendapat udzur, misalnya bertugas melayani jamaah, sakit, merawat orang sakit, menjaga harta, dan lain-lain. Hal ini didasarkan juga pada firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 198, yang artinya: “Setelah kamu meninggalkan Arafah maka berdzikirlah mengingat Allah di Masy’aril Haram.” 

 

Berdasarkan keterangan hadis Rasulullah SAW riwayat Jabir, sebagai berikut, “…Rasulullah mendatangi Muzdalifah, lalu shalat Maghrib dan Isya dengan adzan sekali dan dua kali iqomat, dan tidak shalat (sunat) di antara keduanya. Kemudian berbaring (tidur) sampai terbit fajar: Lalu shalat Subuh setelah jelas waktu Subuh dengan sekali adzan dan sekali iqomat. Kemudian mengendarai Qaswaa sehingga sampai di Masy’aril Haram lalu menghadap kiblat, berdo’a, bertakbir, bertahlil dan membaca kalimat tauhid lalu terus berwukuf sampai terang benar. Lalu berangkat sebelum terbit matahari……”

 

Menurut madzhab Syafi’i, jamaah harus berada di Muzdalifah walaupun sebentar dengan syarat harus berada di Muzdalifah, sekurang-kurangnya melewati pertengahan malam setelah wukuf di Arafah dan tidak perlu berdiam (al-muktsu), baik ia (jamaah haji) tahu sedang berada di Muzdalifah atau tidak.

 

Pun pendapat madzhab Hanafi, berada di Muzdalifah merupakan wajib haji, dan cukup sesaat sebelum fajar. Apabila tidak berada di Muzdalifah sebelum terbit fajar, jamaah haji harus membayar dam, kecuali ada alasan syar’i, seperti sakit, maka tidak apa-apa.

 

Begitu pula menurut madzhab Hambali, berada di Muzdalifah adalah wajib haji dan dapat dilakukan kapan saja, sejenak dari pertengahan kedua malam Nahar, bukan karena dia petugas pengairan atau penggembala.Dan menurut madzhab Maliki, termasuk wajib haji adalah turun di Muzdalifah sekedarnya dalam perjalanan setelah wukuf di Arafah pada malam hari, pada saat menuju Mina.

 

Untuk para jamaah yang melaksanakan ibadah haji, berikut merupakan hal-hal yang bisa dilakukan saat mabit di Muzdalifah:

  1. Shalat jama’ takhir maghrib dan isya’
  2. Boleh mengambil batu kerikil untuk persiapan lempar jumroh
  3. Tidur sampai terbit fajar (subuh)
  4. Berdoa di Masy’aril Haram

Nah itulah hal yang dilakukan saat mabit di Muzdalifah,

Sumber:

https://www.ihram.asia/wawasan/hal-yang-dilakukan-saat-mabit-di-muzdalifah

Jabbar, Abi Abdul. 2018. Mabit di Muzdalifah dan Mina, Bukan Sekedar Bermalam. https://www.madaninews.id/3280/mabit-di-muzdalifah-dan-mina-bukan-sekedar-bermalam.html, diakses pada 16 Agustus 2022 pukul 13.15.

 

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Larangan Berburu di Tanah Haram

Larangan Berburu di Tanah Haram

29 Agustus 2022 892x Haji, Religi, Tips Haji & Umrah, Umrah

Dalam melakukan ibadah haji dan umrah, calon jamaah wajib mematuhi aturan-aturan dan batas-batasan yang wajib dipenuhi. Ketika beribadah di Tanah Suci, ada peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar batasan-batasannya. Prof Buya Hamka dalam tafsirnya Al-Azhar menguraikan larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar oleh jamaah diantaranya adalah larangan... selengkapnya

Adab Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah

Adab Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah

3 September 2022 1.034x Haji, Religi, Tips Haji & Umrah, Umrah

Ketika melaksanakan ibadah haji, jamaah pasti akan mengunjungi Kotga Madinah. Setelah itu akan tingggal selama 8-9 hari di Madinah, setelah itu baru menuju Makkah. Saat berkunjung ke Madinah, satu tempat yang penting untuk dikunjungi adalah Masjid Nabawi dimana terdapat makam Rasulullah SAW. Namun, saat akan berziarah ke kota Madinah, ada beberapa adab yang ... selengkapnya

7 Spot Menantang di Grindelwald untuk Para Petualang

7 Spot Menantang di Grindelwald untuk Para Petualang

11 Februari 2025 466x Adventure, Swiss, Travel

Grindelwald, sebuah desa kecil yang terletak di jantung Pegunungan Alpen Swiss, dikenal sebagai surga bagi para petualang dan pencinta alam. Dikelilingi oleh pemandangan dramatis dari puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi, lembah yang dalam, dan gletser yang megah, Grindelwald menawarkan berbagai pengalaman menantang yang memikat hati para wisatawan. Ta... selengkapnya

PT. Legacy Tourism Indonesia

Dreamholidays.co.id merupakan salah satu brand dari biro perjalanan wisata yaitu PT. Legacy Tourism Indonesia

Nomor Induk Berusaha : 2802250035061

 


Member Of ASITA

Association Of The Indonesian
Tours & travel Agencies
NIA : 0511/XII/DPP/2025

Our Office

Dreamholidays.co.id
Jl. Wukir, Torongrejo, Ratawu, Kota Batu, Jawa Timur
E-mail : dreamholidays.co.id@gmail.com

Live Chat
Online Senin-Minggu (08:00 – 22:00) WIB

Hubungi Kami :

Hot Line :

Admin : +62-811-2551-0010

email : dreamholidays.co.id@gmail.com

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.