Hotline 081331333840
Informasi lebih lanjut?
Home » Religi » Haji » Hal yang Dilakukan saat Mabit di Muzdalifah

Ibadah haji merupakan ibadah fisik. Oleh karena itu membutuhkan stamina yang sehat dan prima. Untuk dapat menjalankan ibadah, jamaah dianjurkan untuk beristirahat sejenak agar kesehatan fisik dan mentang tetap pulih dan terjaga. Salah satunya adalah Mabit (bermalam) di Muzdalifah sebagai rangkaian ibadah sebelum melanjutkan ritual ibadah lainnya. Kegiatan mabit ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada jamaah haji untuk beristirahat. 

 

Mabit di Muzdalifah dilakukan pada malam 10 Dzulhijjah selepas wukuf di Arafah. Di bagian sebelah barat dari Muzdalifah ini terletak Masy’aril Haram, yaitu Jabal Quzzah. Sebagian Mufassir mengatakan, Masy’aril Haram adalah Muzdalifah seluruhnya. 

 

Ditempat ini jamaah melakukan mabit atau wukuf, minimal telah melewati tengah malam. Memang yang lebih utama mabit dilakukan sampai selesai sholat subuh sebelum berangkat ke Mina untuk melakukan Jumrah Aqobah. 

 

Para imam madzhab sependapat bahwa mabit di Muzdalifah hukumnya wajib, kecuali bagi seseorang yang mendapat udzur, misalnya bertugas melayani jamaah, sakit, merawat orang sakit, menjaga harta, dan lain-lain. Hal ini didasarkan juga pada firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 198, yang artinya: “Setelah kamu meninggalkan Arafah maka berdzikirlah mengingat Allah di Masy’aril Haram.” 

 

Berdasarkan keterangan hadis Rasulullah SAW riwayat Jabir, sebagai berikut, “…Rasulullah mendatangi Muzdalifah, lalu shalat Maghrib dan Isya dengan adzan sekali dan dua kali iqomat, dan tidak shalat (sunat) di antara keduanya. Kemudian berbaring (tidur) sampai terbit fajar: Lalu shalat Subuh setelah jelas waktu Subuh dengan sekali adzan dan sekali iqomat. Kemudian mengendarai Qaswaa sehingga sampai di Masy’aril Haram lalu menghadap kiblat, berdo’a, bertakbir, bertahlil dan membaca kalimat tauhid lalu terus berwukuf sampai terang benar. Lalu berangkat sebelum terbit matahari……”

 

Menurut madzhab Syafi’i, jamaah harus berada di Muzdalifah walaupun sebentar dengan syarat harus berada di Muzdalifah, sekurang-kurangnya melewati pertengahan malam setelah wukuf di Arafah dan tidak perlu berdiam (al-muktsu), baik ia (jamaah haji) tahu sedang berada di Muzdalifah atau tidak.

 

Pun pendapat madzhab Hanafi, berada di Muzdalifah merupakan wajib haji, dan cukup sesaat sebelum fajar. Apabila tidak berada di Muzdalifah sebelum terbit fajar, jamaah haji harus membayar dam, kecuali ada alasan syar’i, seperti sakit, maka tidak apa-apa.

 

Begitu pula menurut madzhab Hambali, berada di Muzdalifah adalah wajib haji dan dapat dilakukan kapan saja, sejenak dari pertengahan kedua malam Nahar, bukan karena dia petugas pengairan atau penggembala.Dan menurut madzhab Maliki, termasuk wajib haji adalah turun di Muzdalifah sekedarnya dalam perjalanan setelah wukuf di Arafah pada malam hari, pada saat menuju Mina.

 

Untuk para jamaah yang melaksanakan ibadah haji, berikut merupakan hal-hal yang bisa dilakukan saat mabit di Muzdalifah:

  1. Shalat jama’ takhir maghrib dan isya’
  2. Boleh mengambil batu kerikil untuk persiapan lempar jumroh
  3. Tidur sampai terbit fajar (subuh)
  4. Berdoa di Masy’aril Haram

Nah itulah hal yang dilakukan saat mabit di Muzdalifah,

Sumber:

https://www.ihram.asia/wawasan/hal-yang-dilakukan-saat-mabit-di-muzdalifah

Jabbar, Abi Abdul. 2018. Mabit di Muzdalifah dan Mina, Bukan Sekedar Bermalam. https://www.madaninews.id/3280/mabit-di-muzdalifah-dan-mina-bukan-sekedar-bermalam.html, diakses pada 16 Agustus 2022 pukul 13.15.

 

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

takayama old town

Takayama Old Town

24 Juli 2019 558x Creative, Jepang, Photography, Travel

Takayama Old Town Takayama Old Town adalah tempat wisata yang populer selain Shirakawa-Go. Untuk menuju ke Takayama, paling disarankan adalah menggunakan kereta dari Toyama. Jika Anda datang dari Tokyo atau Kanazawa, naik Hokuriku Shinkansen hingga Toyama, lalu sambung Takayama Line dengan kereta JR Hida Limited Express arah Gero/Gifu hingga Takayama (90 me... selengkapnya

larangan ihram

Larangan Ihram bagi Laki-laki dan Perempuan Saat Naik Haji

1 April 2024 17x Haji, Religi, Tips Haji & Umrah

Ihram adalah salah satu rukun utama dalam pelaksanaan ibadah haji atau umroh. Ihram merupakan keadaan khusus yang diwajibkan bagi setiap jamaah yang akan melakukan ibadah haji atau umroh. Dalam keadaan ini, seseorang harus mematuhi serangkaian larangan ihram yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Larangan-larangan ini berlaku  bagi laki-laki maupun perem... selengkapnya

Swiss

Kegiatan Wisata di Swiss Untuk Keluarga Saat Musim Semi

3 Mei 2023 442x Eropa, Travel

Swiss membuka pintu bagi wisatawan mancanegara termasuk wisatawan asal Indonesia. Wisatawan tidak perlu menunjukkan bukti PCR atau antigen untuk berkunjung ke destinasi yang sering masuk daftar negara terindah di dunia. Musim semi menjadi salah satu waktu yang tepat untuk mengunjungi Swiss, khususnya pada bulan Maret-Mei. Saat musim semi, daun-daun di pepoho... selengkapnya

Our Office

Dreamholidays.co.id
Jl.Dewi Sartika No.3 Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia
E-mail : dreamholidays.co.id@gmail.com

Live Chat
Online Senin-Minggu (08:00 – 22:00) WIB

PT. Kangmas Global Travelindo

Dreamholidays.co.id merupakan salah satu brand dari biro perjalanan wisata yaitu PT. Kangmas Global Travelindo.

Nomor Induk Berusaha : 9120203100972

Hubungi Kami :

Hot Line :

Admin 1 : 081230661206

Admin 2 : 081331333840

Office : 0341-3381284
email : dreamholidays.co.id@gmail.com

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.