Hal yang Dilakukan saat Mabit di Muzdalifah
19 Agustus 2022 1.441x Haji, Religi, Uncategorized
Ibadah haji merupakan ibadah fisik. Oleh karena itu membutuhkan stamina yang sehat dan prima. Untuk dapat menjalankan ibadah, jamaah dianjurkan untuk beristirahat sejenak agar kesehatan fisik dan mentang tetap pulih dan terjaga. Salah satunya adalah Mabit (bermalam) di Muzdalifah sebagai rangkaian ibadah sebelum melanjutkan ritual ibadah lainnya. Kegiatan mabit ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada jamaah haji untuk beristirahat.
Mabit di Muzdalifah dilakukan pada malam 10 Dzulhijjah selepas wukuf di Arafah. Di bagian sebelah barat dari Muzdalifah ini terletak Masy’aril Haram, yaitu Jabal Quzzah. Sebagian Mufassir mengatakan, Masy’aril Haram adalah Muzdalifah seluruhnya.
Ditempat ini jamaah melakukan mabit atau wukuf, minimal telah melewati tengah malam. Memang yang lebih utama mabit dilakukan sampai selesai sholat subuh sebelum berangkat ke Mina untuk melakukan Jumrah Aqobah.
Para imam madzhab sependapat bahwa mabit di Muzdalifah hukumnya wajib, kecuali bagi seseorang yang mendapat udzur, misalnya bertugas melayani jamaah, sakit, merawat orang sakit, menjaga harta, dan lain-lain. Hal ini didasarkan juga pada firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 198, yang artinya: “Setelah kamu meninggalkan Arafah maka berdzikirlah mengingat Allah di Masy’aril Haram.”
Berdasarkan keterangan hadis Rasulullah SAW riwayat Jabir, sebagai berikut, “…Rasulullah mendatangi Muzdalifah, lalu shalat Maghrib dan Isya dengan adzan sekali dan dua kali iqomat, dan tidak shalat (sunat) di antara keduanya. Kemudian berbaring (tidur) sampai terbit fajar: Lalu shalat Subuh setelah jelas waktu Subuh dengan sekali adzan dan sekali iqomat. Kemudian mengendarai Qaswaa sehingga sampai di Masy’aril Haram lalu menghadap kiblat, berdo’a, bertakbir, bertahlil dan membaca kalimat tauhid lalu terus berwukuf sampai terang benar. Lalu berangkat sebelum terbit matahari……”
Menurut madzhab Syafi’i, jamaah harus berada di Muzdalifah walaupun sebentar dengan syarat harus berada di Muzdalifah, sekurang-kurangnya melewati pertengahan malam setelah wukuf di Arafah dan tidak perlu berdiam (al-muktsu), baik ia (jamaah haji) tahu sedang berada di Muzdalifah atau tidak.
Pun pendapat madzhab Hanafi, berada di Muzdalifah merupakan wajib haji, dan cukup sesaat sebelum fajar. Apabila tidak berada di Muzdalifah sebelum terbit fajar, jamaah haji harus membayar dam, kecuali ada alasan syar’i, seperti sakit, maka tidak apa-apa.
Begitu pula menurut madzhab Hambali, berada di Muzdalifah adalah wajib haji dan dapat dilakukan kapan saja, sejenak dari pertengahan kedua malam Nahar, bukan karena dia petugas pengairan atau penggembala.Dan menurut madzhab Maliki, termasuk wajib haji adalah turun di Muzdalifah sekedarnya dalam perjalanan setelah wukuf di Arafah pada malam hari, pada saat menuju Mina.
Untuk para jamaah yang melaksanakan ibadah haji, berikut merupakan hal-hal yang bisa dilakukan saat mabit di Muzdalifah:
- Shalat jama’ takhir maghrib dan isya’
- Boleh mengambil batu kerikil untuk persiapan lempar jumroh
- Tidur sampai terbit fajar (subuh)
- Berdoa di Masy’aril Haram
Nah itulah hal yang dilakukan saat mabit di Muzdalifah,
Sumber:
https://www.ihram.asia/wawasan/hal-yang-dilakukan-saat-mabit-di-muzdalifah
Jabbar, Abi Abdul. 2018. Mabit di Muzdalifah dan Mina, Bukan Sekedar Bermalam. https://www.madaninews.id/3280/mabit-di-muzdalifah-dan-mina-bukan-sekedar-bermalam.html, diakses pada 16 Agustus 2022 pukul 13.15.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Sensoji Temple
Sensoji Temple Sensoji Temple (浅 草 寺, Sensōji, juga dikenal sebagai Asakusa Temple) adalah kuil Buddha yang terletak di Asakusa. Ini adalah salah satu kuil paling populer di Tokyo. Kuil ini merupakan kuil tertua di Tokyo. Kuil yang didirikan sejak abad ke-6 ini juga disebut sebagai Kuil Kannon Asakusa. Berdiri di tengah-tengah bangunan pencakar langit... selengkapnya
Hainan Start Surabaya: Open Trip 5D3N Resmi Dibuka Kembali!
Tingginya antusiasme traveler di Jawa Timur buat liburan ke luar negeri akhirnya “terjawab” juga. Setelah beberapa bulan terakhir open trip Hainan hanya tersedia start Jakarta, per September 2025 ini kami akhirnya kembali membuka Hainan Start Surabaya. Banyak konsumen yang sempat nanya kapan waktunya dibuka lagi, dan kabar baiknya… sekarang kamu sudah ... selengkapnya
Aturan Berwisata di Turkmenistan: Hal Penting yang Tidak Boleh Diabaikan
Turkmenistan bukan destinasi wisata massal. Negara di Asia Tengah ini dikenal tertutup, memiliki sistem pemerintahan yang ketat, serta menerapkan regulasi yang tidak biasa bagi wisatawan asing. Karena itu, memahami aturan berwisata di Turkmenistan bukan sekadar formalitas, tapi bagian penting agar perjalanan berjalan aman dan nyaman tanpa masalah hukum. Bany... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
+6282221657868 -
Whatsapp
6282221657868 -
Email
dreamholidays.co.id@gmail.com


Belum ada komentar