Hotline +6282221657868
Informasi lebih lanjut?
Home » Religi » Haji » Pembagian DAM dalam Ibadah Haji

 

Dam haji merupakan denda atau sanksi yang harus dibayar saat seseorang menunaikan ibadah haji atau umrah karena alasan yang menyebabkan. Berikut ini penjelasan dan pembagian dam dalam ibadah haji. Menurut buku Tuntunan Super Lengkap Haji dan Umrah karya Ust. A. Solihin As Suhaili (2016: 86), adapun sebab-sebab yang dimaksud yaitu: 

  1. Meninggalkan sesuatu yang diperintahkan. 
  2. Melakukan hal-hal yang dilarang dalam ihram. 
  3. Terhalang dalam perjalanan menuju Mekah karena sakit keras atau adanya peperangan, sehingga tidak bisa melanjutkan ritual haji maupun umrah.

Secara bahasa, dam artinya darah. Sedangkan secara syariah dam artinya menyembelih hewan ternak seperti unta, sapi, atau kambing untuk memenuhi ibadah manasik haji. Dam tidak harus dengan cara menyembelih hewan. Dam bisa juga berapa fidyah dalam bentuk memberi makan fakir miskin, berpuasa, hingga bersedekah.

 

Dalam bukunya berjudul Fiqih Islam Wa Adilatuhu Jilid 3 (2021: 585), Prof Dr. Wahbah Az-Zuhaili) memaparkan, bahwa dam dibagi menjadi tiga macam yaitu:

Dam Nusuk

Dam Nusuk adalah dam yang diwajibkan bagi jamaah haji yang menjalankan manasik dengan cara Tamatu atau Qiran. Jadi, dam ini hanya untuk memenuhi ketentuan ibadah haji Tamatu atau Qiran, bukan karena melakukan pelanggaran.

Tamatu adalah ibadah haji yang dilakukan dengan cara melakukan umrah terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan prosesi haji. Denda atau Dam untuk haji ini adalah menyembelih seekor kambing per seorang jamaah haji dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

 

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi dan pendaftaran kunjungi Andalus Travel Batu Malang.

 

Dam Isa’ah

Dam Isa’ah adalah denda yang diwajibkan untuk jamaah yang tidak mengerjakan atau meninggalkan perkara-perkara wajib haji seperti: 

  1. Tidak berihram/niat haji/umrah dari mīqāt; 
  2. Tidak melakukan mabit di Muzdalifah; 
  3. Tidak melakukan mabit di Mina; 
  4. Tidak melontar jumrah; 
  5. Tidak melakukan thawaf wada’. 

Selain itu, dam ini juga diwajibkan bagi jamaah haji atau umrah yang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Mekah karena sebab tertentu seperti sakit atau terhalang peperangan. Dam Isa’ah yang harus dipenuhi seseorang yaitu dengan cara menyembelih seekor kambing.

Dam Kafarat

Berikutnya yang ketiga, Dam kafarat adalah denda bagi jamaah haji atau umrah, apabila ia mengerjakan sesuatu yang diharamkan selama masa ihram. Adapun jenis pelanggaran beserta denda yang harus dibayarkan antara lain: 

  • Melanggar Larangan Ihram  
  • Memakai pakaian yang dijahit (laki-laki)
  • Memakai penutup kepala (laki-laki)
  • Menutup wajah (perempuan) 
  • Memakai kaos tangan (perempuan) 
  • Memakai wewangian pada badan dan pakaian 
  • Memakai minyak rambut baik yang harum atau tidak Mencukur rambut dan bulu pada badan 
  • Memotong kuku atau mencabutnya 

Sebagai tembusan dari jenis pelanggaran di atas, jamaah boleh memilih dam yang harus dibayarkan antara lain: 

  • Membayar dam dengan seekor kambing.
  • Membayar fidyah dengan bersedekah kepada enam fakir miskin. Masing-masing ½ sha’ (2 mid = 1 ½ kg makanan pokok jenis apapun). 
  • Menjalankan puasa tiga hari.

 

Membunuh Binatang Darat

Bila jamah haji atau umrah melakukan pelanggaran ini tetapi benar-benar tidak mampu membayar sesuai penjelasan ayat di atas, maka bisa diganti dengan puasa, dengan perbandingan setiap hari = 1 mud makanan (¾ kg beras).

Melakukan Jima (Berhubungan suami istri)

Berhubungan suami istri masuk dalam kategori pelanggaran berat, bahkan dapat membatalkan ibadah haji seseorang. Apabila pelanggaran ini dilakukan sebelum tahallul awal, bisa membatalkan haji seseorang, dan diwajibkan baginya untuk membayar dam. Selain itu, ia juga wajib meng-qadha’ hajinya di tahun berikutnya. Sedangkan apabila pelanggaran ini dilakukan setelah tahallul awal, ibadah hajinya tidak batal, namun tetap harus membayar dam.

 

Adapun dam yang harus dibayar untuk pelanggaran ini yaitu; Menyembelih satu ekor unta. Jika tidak mampu, bisa diganti dengan seekor sapi. Jika masih belum mampu juga, bisa diganti dengan 7 ekor kambing. Jika masih tidak mampu menyembelih hewan, bisa diganti dengan memberi makan fakir miskin di Mekah senilai seekor unta. Jika masih belum mampu juga, sebagai alternatif terakhir bisa diganti dengan berpuasa yang sepadan, dengan ketentuan satu hari sama dengan 1 mud.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

tukang bubur naik haji

Kisah Warsini, Tukang Bubur Naik Haji

9 Oktober 2023 1.360x Haji, Religi

Masih ingat sinetron Tukang Bubur Naik Haji? tayang tiap hari dan digemari masyarakat, sinetron yang dibintangi Mat Solar, Uci Bing Slamet, Nani Wijaya, dan sederet artis lainnya  memiliki episode hingga  2.185. Berkisah tentang sosok Sulam (Mat Solar), yang bekerja sebagai penjual bubur ayam keliling, karena kesabaran, ketekunan dan  kebiasaan menabung, ... selengkapnya

jin yang sholeh

Rombongan Haji Ditolong Jin yang Sholeh dari Rasa Dahaga

16 Desember 2022 678x Haji, Religi

Sahabat Nabi yaitu Ali bin Abi Thalib kerap sekali menyinggung mengenai kebajikan soal jin yang sholeh pada momen khutbah Jumat. Ali juga kerap berkata pada jamaah khutbah, “Wahai kalian semua, gemarlah berbuat kebajikan dan ingatlah apa yang telah dilakukan oleh si jin”.  Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah Diceritakan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam buku 500..... selengkapnya

hukum umroh

Hukum Umroh Tapi Pamer di Medsos, Apakah Termasuk Riya?

10 Agustus 2024 5.469x Religi, Tips Haji & Umrah, Umrah

Umroh adalah salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki keutamaan besar. Banyak umat Islam yang mengabadikan momen umroh mereka di media sosial, baik dalam bentuk foto maupun video, sebagai kenangan pribadi atau sebagai bentuk syiar. Namun, apakah tindakan ini bisa dianggap sebagai riya? Artikel ini akan membahas hukum umroh tapi pamer di medsos menurut pan... selengkapnya

PT. Legacy Tourism Indonesia

Dreamholidays.co.id merupakan salah satu brand dari biro perjalanan wisata yaitu PT. Legacy Tourism Indonesia

Nomor Induk Berusaha : 2802250035061

 


Member Of ASITA

Association Of The Indonesian
Tours & travel Agencies
NIA : 0511/XII/DPP/2025

Our Office

Dreamholidays.co.id
Jl. Wukir, Torongrejo, Ratawu, Kota Batu, Jawa Timur
E-mail : dreamholidays.co.id@gmail.com

Live Chat
Online Senin-Minggu (08:00 – 22:00) WIB

Hubungi Kami :

Hot Line :

Admin : +62-822-2165-7868

email : dreamholidays.co.id@gmail.com

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.