Beranda » Religi » Haji » Travel Umroh dan Haji : Langkah Membangun Kemitraan Bisnis

Travel Umroh dan HajiKemitraan dalam dunia bisnis sangat diperlukan khususnya dalam membangun sebuah Travel Umroh dan Haji. Ketika ingin memulai usaha bisnis umroh dan haji agar bisnis tersebut berjalan dengan lancar maka ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan. Sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabsa, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga”. HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

Ada beberapa langkah dalam membangun kemitraan bisnis Travel Umroh dan Haji:

  • Menentukan Gagasan Kemitraan

Dalam menentukan mitra, langkah yang harus dilakukan untuk pertama kalinya adalah menentukan gagasan kemitraan yang sesuai dengan visi dan misi bisnis yang kita kelola dan memiliki manfaat untuk kedua belah pihak, dan gagasan kemitraan disini berfokus pada kemitraan dalam membangun bisnis travel umroh dan haji. 

  • Mengidentifikasi Calon Mitra Potensial

Mengidentifikasi calon mitra yang potensial bertujuan agar kerjasama yang dibangun dapat menguntungkan bagi kedua belah pihak. 

A. Mitra dengan biro perjalanan

Dalam menjalin kerjasama dengan mitra biro perjalanan, kita harus memastikan untuk memilih mitra biro perjalanan yang nyaman. Hal ini  akan mendukung perjalanan ibadah umroh ataupun haji, seperti bus ataupun pesawat yang akan dipakai para jamaah untuk ke tanah suci. 

B. Mitra dengan pemilik hotel di Kota Makkah dan Madinah

Kita harus memastikan bahwa fasilitas yang diberikan kepada para jamaah dapat memberikan kenyamanan. Pilih mitra hotel yang dekat dengan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. 

C. Mitra dengan para Muthowif dan Tour Leader

Muthowif adalah sebutan bagi orang yang menjadi pemandu dan pembimbing ibadah umroh dan haji. Disini kita harus menjalin kerjasama yang baik dengan para muthowif terbaik dan berpengalaman yang akan memandu proses ibadah umroh ataupun haji selama berada di tanah suci. 

Tour leader adalah seseorang yang bertugas sebagai pemimpin dari rombongan. Jika terjadi sesuatu maka tour leader yang bertanggung jawab atas hal tersebut. Misalnya, jamaah yang tersesat tidak kembali ke hotel maka tour leader yang akan mencarinya. Untuk itu kita harus memilih tour leader yang bertanggung jawab dan cekatan. 

D. Mitra dengan dinas terkait (Dinas Perizinan, Dinas Kementrian Agama, dan Dinas Transmigrasi)

Ketika kita mendirikan bisnis umroh dan haji, perlu melakukan kerjasama dengan beberapa dinas terkait, seperti:

  • Untuk pengurusan surat izin pendirian travel haji dan umroh
  • Izin biro perjalanan wisata yang diterbitkan oleh kementerian kebudayaan dan pariwisata
  • Mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan tanda daftar perusahaan (TDP)
  • Mengurus izin biro perjalanan haji dan umroh dari kementerian agama republik indonesia
  • Pengurusan paspor dan visa jamaah

E. Mitra Tenaga Kesehatan

Ketika melakukan bisnis umroh dan haji, para jamaah perlu mendapatkan suntik vaksin meningitis dan vaksin flu. Hal ini perlunya kerjasama dengan tenaga kesehatan serta perlunya obat-obatan yang akan dibawa untuk jamaah jika sakit. 

  • Menyusun Tujuan dan Peran Mitra

Setelah mengidentifikasi calon mitra, selanjutnya adalah menyusun tujuan dan peran mitra sesuai dengan bidangnya masing-masing.

  • Menyiapkan Diri

Di dunia bisnis, kita harus menyiapkan diri dengan segala hal yang akan terjadi baik untung maupun rugi. Hal ini karena dalam bisnis umroh dan haji ini, ada mitra yang tidak amanah. Misalnya untuk pembayaran hotel ternyata uang yang seharusnya dibayarkan kepada pihak hotel namun malah disalahgunakan oleh mitra. Jadi apapun yang terjadi kita harus siap mental karena untung dalam bisnis ini cukup besar dan kerugiannya juga besar. 

  • Membangun Kesepakatan Kerjasama Mitra

Membangun kesepakatan kerjasama mitra sangat penting karena semua kerjasama harus membuat kesepakatan dan mempunyai payung hukum. Hal ini agar jika ada kendala ataupun kecurangan maka kita mempunyai badan hukum yang kuat. 

  • Merumuskan Rencana Kerja Kemitraan

Rencana kerja perlu dirumuskan sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing mitra, berikan penawaran keuntungan yang menarik dan pastinya juga sesuai dengan pelayanan dibidang yang mereka berikan. 

  • Melaksanakan Kerjasama

Dalam melaksanakan kerjasama maka perlu adanya keterbukaan dan jujur serta amanah. Hal ini karena bisnis umroh dan haji menggunakan dana jamaah yang cukup besar sehingga diharapkan semua mitra jujur dan amanah. Bisnis ini bukan hanya sekedar bisnis namun untuk bentuk ibadah kita dalam mengantarkan jamaah ke tanah suci untuk menjadi tamu Allah SWT. 

  • Pemantauan dan Penilaian Kegiatan Kemitraan

Ketika kita mengadakan kerjasama maka kita perlu melakukan pemantauan dan penilaian kegiatan kemitraan tersebut apakah kemitraan ini baik untuk dilanjutkan atau berakhir. Melakukan evaluasi utamakan kepuasan dari semua calon jamaah haji ataupun umroh selama melakukan kegiatan ibadah.

Demikian langkah-langkah membangun kemitraan bisnis travel umroh dan haji, apalagi jika ingin memulai bisnis umroh dan haji. Jangan ragu jika ingin berangkat umroh dan haji, pastikan ada izin usahanya dan amanah serta nyaman.

Paket Umrah Murah Andalus Travel Batu Malang, Konsultasi, pendaftaran dan informasi mengenai haji dan umrah dapat mengunjungi Andalus Travel Batu Malang

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.